Aksi keadilan

May 21st, 2008 by jagagigigbiartetapbergigi

Makassar, 21 Mei 2008 – Hari ini di berbagai daerah ramai terjadi aksi memperingati 10 tahun reformasi sekaligus menolak rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah SBY-JK. Ratusan bahkan ribuan mahasiswa, LSM, beberapa organisasi massa dan pemuda, dan berbagai macam kelompok yang beraksi atas nama rakyat bersatu turun ke jalan. Di tiap sudut jalan protokol padat akibat aksi ini yang tentu saja membuat beberapa aktivitas masyarakat berjalan tidak efektif dan terkesan mencekam karena di setiap tempat tersebut satuan kepolisisian bahkan militer bersiap dengan perlengkapan anti huru-hara bahkan panser perang milik TNI. Keadaan ini juga diperparah dengan pernyataan Pangdam Wirabuana yang memberikan pernyataan siap membantu kepolisian mengamankan kota Makassar dari aksi-aksi yang dilakukan. Inikah wajah negara kita?

Senjata makan tuan?

Baru sehari sebuah perayaan yang terkesan tanpa arti dilakukan pemerintah dan beberapa pihak swasta dalam menyelenggarakan perayaan hari kebangkitan nasional di stadion Gelora Bung Karno menyuguhkan aksi dari berbagai lembaga negara baik kepolisisan maupun TNI yang dengan arogan mengatakan bahwa siap memberikan kondisi yang kondusif di tengah masyarakat. Namun seiring dengan itu menanggapi aksi yang akan dilakukan berbagai elemen masyarakat Pangdam Wirabuana siap mengeluarkan peluru senjata tajamnya dengan alas an kehabisan peluru karet untuk mengamankan Kota Makasar hari ini. Tak sadarkah dia bahwa prsenjataan yang dimiliki oleh TNI tentu saja berasal dari dana APBN baik yang berasal dari hasil “penjualan negara” berupa devisa dan juga pajak yang dibayar oleh masyarakat Indonesia. Sungguh tragis, senjata yang sangat membahayakan tersebut justru siap diarahkan ke kalangan masyarakat dan mahasiswa yang melakukan aksi. Benar-benar sebuah kekejian yang tanpa henti! Pelanggaran Hak Asasi Manusia berupa pengancaman aparat yang berwenang dalam menghentikan aksi demonstrasi justru menambah beban yang sudah menimpa bangsa ini begitu hebatnya. Setelah miskin, rakyat memberontak meminta keadilan tapi dihadapkan dengan ancaman nyawa!
Aparat keamanan negara ini justru harus berkonsentrasi mengayomi masyarakat dan tentara kita harus berada di garda terdepan melawan para “perampok” kekayaan negara ini!

Harapan terjadinya keadilan

Pemimpin-pemimpin bangsa ini benar-benar telah memberikan sebuah “BOM” waktu yang sewaktu-waktu dapat meledak dengan kebijakan-kebijakan yang terkesan tiba masa tiba akal. Belum naik harga BBM namun harga bahan pokok telah melambung tinggi. Belum naik harga BBM namun di banyak daerah terjadi monopoli BBM dengan penimbunan dimana-mana. Keadaan negara ini penuh dengan tindakan kriminalitas akibat tingkat kesenjangan sosial begitu membelenggu masyarakat. Ketika keadaan memburuk pemerintah justru memberikan solusi tanpa solusi lewat bantuan langsung tunai yang memberikan sebuah analogi rakyat kita adalah rakyat pengemis dan juga tidak memiliki sebuah metode yang transparan dan terorganisir dengan baik akibat data statistik negara sejak jaman dulu juga tidak pernah benar. Angka-angka statistik yang diberikan sungguh tak bisa menjadi pegangan siapapun bahkan sebuah hal yang klasik pula bahwa angka-angka tersebut adalah hasil “sulap” Badan Pusat Statistik. Malang betul nasibmu Indonesiaku…Tapi dari setiap hati nurani bangsa ini harapan itu masih juga ada dalam benak setiap warga miskin yang tertindas…

Kawan-kawan mahasiswa, rakyat, bersatulah melawan kesewenang-wenangan pemerintah ini. Jangan lagi ada korban akibat kelaparan, keputusasaan akan keadaan ekonomi rakyat, bahkan akibat tindakan represif aparat keamanan bangsa sendiri.

Seabad hari Kebangkitan Nasional

May 19th, 2008 by jagagigigbiartetapbergigi

Makassar, 20 Mei 2008- Hingar bingar perayaan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) begitu dominan di setiap media komunikasi pers benar-benar membuat nurani kita sebagai seorang warga negara menjadi lebih bergairah untuk ikut merayakannya. Di setiap sudut kota bisa kita lihat bagaimana pemerintah, beberapa kelompok swasta membuat hari ini terasa semarak dari sebulan yang lalu menyambut 100 tahun (seabad) harkitnas ini.
Namun hari libur nasional ini terasa begitu mencekam hati dan pikiran saya. Bagaimana tidak, sebulan yang lalu pemerintah sudah mulai mensosialisasikan kenaikan harga BBM hingga 40% yang diiringi dengan protes di setiap daerah dan juga di ibukota akan unbelieveable movement pemerintah ini. Mahasiswa tanpa henti melakukan aksi demonstrasi di masing-masing kantor perwakilan rakyat, ibu-ibu rumah tangga melakukan aksi dengan “bermain bola” dengan jerigen minyak memprotes kebijakan pemerintah dan yang paling membuat gelisah adalah harga-harga barang pokok masyarakat merangkak naik. Sungguh naas nasib bangsa ini. Di tengah merayakan harapan bangkitnya semangat kebangsaan, kondisi negara kita justru berada dalam keterpurukan tanpa henti. Masih layak kah hari ini dirayakan secara seremonial dan meriah dengan masalah bangsa yang begitu rumit hari ini? Branding “Indonesia Bisa” sebagai tema harkitnas kali ini menjadi sebuah pertanyaan di setiap warna negara kita.

Antara optimisme dan pesimisme

Konon katanya negara ini memiliki sumber daya alam yang begitu melimpah dan sangat memadai untuk memakmurkan setiap warganya tanpa terkecuali. Begitu kalimat yang selalu terlontar membuat rakyat Indonesia larut dalam kebanggaan dan rasa optimisme yang tinggi. Mungkin itulah yang membuat pemerintah memilih tema “Indonesia Bisa” memperingati seabad kebangkitan nasional. Tapi apakah modal itu masih ada? Apakah laut kita hari ini mendapatkan perlindungan pemerintah? Apakah minyak dan gas bumi yang kita miliki masih cukup untuk dinikmati masyarakat? Apakah hasil hutan atau hutan itu sendiri masih dilindungi dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab? Masih terngiang di telinga kita bagaimana hutan di daerah Riau Sumatera digunduli oleh pemerintah setempat? Apakah kita sadar bahwa ditengah krisis BBM dan gas di tengah masyarakat Minyak dan gas bumi yang dimiliki bangsa kita diimpor ke luar negeri dengan harga murah? Apakah kita menutup mata akan penjualan satu per satu aset bangsa berupa BUMN?
Tragis! Di Jawa Timur uang negara dipakai untuk menggantikan kerugian masyarakat akan melubernya Lumpur Lapindo yang justru merupakan ulah dari perusahaan besar yang sahamnya justru dimiliki oleh pembesar negara seperti menteri. Apa lagi yang membuat kita bisa bangga akan negara ini? Pemerintah menjual “negaranya”, Wakil rakyat sibuk mengumpulkan kekayaan lewat proses demokrasi yang kebablasan, perusahaan-perusahaan sibuk mengeksploitasi sumber daya alam yang kian menipis, kebijakan pemerintah yang dengan cerobohnya memberikan solusi BLT (Bantuan Langsung Tunai) menanggapi kenaikan harga BBM, pemuda dan pelajar kita digerogoti dengan masalah sosial seperti penyebaran narkoba hingga tingkat pelajar sekolah dasar (SD), pengrusakan/tindak anarkis dari beberapa oknum pelajar/mahasiswa yang entah berpihak pada rakyat atau hanya ditunggangi beberapa pihak tertentu dengan gonjang-ganjing perpolitikan nasional. Hanya sebuah perubahan besar yang akan membuat bangsa ini perlahan merangkak menuju perbaikan. Tapi kapan perubahan itu dimulai? Apakah Hari ini? Hari Kebangkitan Nasional yang ke-100?

Kebangkitan atau keterpurukan Nasional

Perayaan meriah yang akan dilaksanakan elemen pemerintah dan beberapa kalangan hari ini sungguh membuat saya menjadi sedih bahkan resisten dengan acara tersebut. Bagaimana tidak, negara yang sudah diujung tanduk ini masih juga berpesta berharap ada perbaikan tanpa sebuah usaha yang logis dan terencana jangka panjang. Bangsa ini dibuat menjadi bangsa pengemis dengan BLT yang juga belum tentu sampai hingga setiap individu masyarakat tidak mampu negara ini. Pihak yang berwenang menjadi kian sewenang-wenang di kondisi yang kian parah ini. Entah apa yang ada di benak pemimpin-pemimpin bangsa ini. Di mana lagi harapan itu akan disandarkan selain di pundak mereka? Apakah “Bantuan” dari negara-negara lain yang nantinya berupa utang itu yang kemudian menghidupi keseharian warga kita?

Tuhan, tolonglah bangsa ini dari keterpurukan dan ketidaksyukuran atas apa yang Kau berikan….

Lagi…

February 28th, 2008 by jagagigigbiartetapbergigi

Entah apa yang skarang sedang saya pikirkan  antara hidup dan matinya sebuah perjuangan yang tiada akhir…

Aneh…Aneh…Aneh…

Tuhan tolong saya berbuat yang terbaik…

Hope…

Long time no see!!!

February 25th, 2008 by jagagigigbiartetapbergigi

Entah brapa lama blog ini kosong hampir sama seperti kekosongan pemikiran yang saya rasa. Inilah mungkin yang membuat banyak proses bfikirku tidak menjadi biasa dengan hal-hal yang notabene penting untuk dilakukan oleh orang yang sedang ingin menekuni pembelajaran hidup dan menuangkan apresiasi hidup dalam tulisan.
Heran bin ajaib hari ini dengan terpaksa saya ke warnet hanya untuk mengisi waktu yang kosong sambil mencari bahan skripsi yang tak kunjung usai. Masalah yang begitu banyak kembali memenuhi perjalanan jiwa yang mungkin akan tidak selesai jika tidak ada perubahan yang signifikan. Saya hanya mau memacu diri sendiri untuk bisa kembali merenungi dan memperbaiki hidup yang sudah sangat lama terjebak dalam kekosongan dan keterpurukan.
Mulai hari ini saya harus bisa mandiri, tidak bergantung kepada apapun kucuali Sang Khalik, dan berjanji untuk bisa hidup “sehat” dan melanjutkan hidup dengan tatanan yang seharusnya dilakukan.

Mudah-mudahan ini bukan akhir tapi awal dari sejuta langkah selanjutnya yang lebih baik…
AMin

Nostalgila day!!!

July 29th, 2005 by jagagigigbiartetapbergigi

Hari ini capuek abis trus tidur hampir seharian!!!! Soalnya tadi malam jalan ampe bodo sama temen sma kliling2 kota mks. Daus, sering2 mi cess kyk kemaren…SSeperti yg ko bilang kt pasti bakalan rindu sama situasi yg dulu2…Crita2 tentang masa2 sma trus sampe nyinggung2 masalah x girlpren ternyata masih asik walopun kta nda sempat ktemu sama yang lain trus diselingi kesibukan kita masing2. Buat Daus selamat pren jadi orang nomer satu di kedokteran, bawa nama unhas boss…!!

Sempat juga kemaren datang ke asrama 17 nyari guru yang paling paporit IBU IPA!!!! tapi sayang blon sempat ktemu krn lagi keluar…Tapi ga cuman kemaren kok mudah2an kita masih sempat ke sana lagi nanti…

Ingat-ingat masa lalu jadi trus berniat untuk perbaiki diri, introspeksi apa yg sudah pernah dilakukan sebelumnya. Kesalahan demi kesalahan sudah banyak saya lakukan mudah2an jadi pengalaman berharga dan modal buat masa depan nanti…!!! Amin,,,

Makassar Bisa Tonji!!!

July 18th, 2005 by jagagigigbiartetapbergigi

LAma ga nulis blog jadi bertumpuk yg mo dituangin. Seminggu dah pulang langsung disibukkan dengan berbagai macam kesibukan. Mule dari kesibukan baru (dagang Heheheh3…) sampe rutinitas dulu2 seperti jokka ma sobat g Tata trus Rapat2an di kampus, mulai mo mikirin kuliah lagi, dan again….Still looking for sum1…hehehe…

Kemaren sempat maen band lagi ma ana2 maksillaImage234_3 walopun masih ada adaptasi dikit dulu soalnya lagu2nya dah pada lupa…Tapi latian berikutnya yang semangat yah coyyy….Trus pengennya si mo olahraga yg rutin lagi tapi kyknya jadwal harus disusun ulang deh…

Tadi malem sempat begadang trus curhat2an ma sodara g di pantei losari yg sudah lumayan bersih. Bruntung dapet teman kyk lo Ta!!! Mudah2an kt bisa trus kyk hari ini boss.Dgtata Hahaha…Kt bs cocok krn saling ngisi cesss…Oiya, sobatku ini co paling setia ma cewnya soalnya dari sma sampe skarang awet man…Tiap hari di kampus kemane2 bareng…Pantesan orang bilang kyk suami istri aja…hehehe…tapi tenang..g normal koq masih suka yang ce…hahahahahaha….

Kembali ke kampus artinya kembali ke idealitas intelektual mahasiswa. Kadang2 kt selalu berfikir ideal tanpa memikirkan faktor X yang sangat berpengaruh. Hal ini membutuhkan penyesuaian yg tida cepat, begitu pn manusia yg ingin menjadi lebih baik harus bs memahami klo seseorang yg ingin berubah itu berproses tidak semudah membalik telapak tangan…

Oiya, salam buat semua pren, spupu ma sobat g…Smoga bs jadi orang yg lebih baik dari yg kemaren…See ya

Einstein Pun Manusia Biasa!!!

July 7th, 2005 by jagagigigbiartetapbergigi

Capek pulang dr bdng sy baca kompas yg isinya ada yg nyinggung soal einstein si mc2. Semua kesehariannya seperti saya sehari2 juga si (Bukan berarti sy bilang seperti sia) tapi apa yang menjadi prinsipnya klo jenius itu (10% Bakat dan 90% kerja keras). Dia yang terlihat begitu jenius bukan berasal dari orang yang hanya kerjanya jalan, tidur, bermalas2an tapi kerja keras untuk bs seperti itu. Kadang sy malu liat diri sendiri yang masih kadang2 terpengaruh ma yang mnamanya hiburan. Walaupun kita jg harus menghibur diri kita sendiri si…Karena EINSTEIN ITU MANUSIA BIASA, makanya knapa kita tidak bisa seperti dia??? PASTI BISA!!! Mudah2an deh kita bisa menjadi manusia seperti Einstein yang punya ARTI buat kehidupan…Amin…

Capek tapi Senang…!

July 7th, 2005 by jagagigigbiartetapbergigi

Kemaren ma hari ini btul-btul hari yang melelahkan tapi menyenangkan. Kemaren ktemu ma ponakan-ponakan baru (Hehehe…dah tua…udah ada yg manggil om) yang lucu-lucuImage211 Image213 trus pasangan laki perempuan lagi. Buat spupu-spupuku slamat jadi orang tua yang baik yah…Dah dari situ kliling jkt ma spupu yang juga ga terlalu tau jalanan. Hehehe…Sekedar jalan aja. Tersesat si ga pa2…Trus kemaren hunting barang…Ternyata co itui ga kalah ma ce klo urusan hunting…Pulang langsung mandi trus tidur. Hari ini bangun jam 5 subuh trus siap2 bwat ke bandung ma om-tante-spupu–spupu…hehehe….lagi2 hunting. Suasana Bandung juga asik, adem2 nikmat…Gaby_n_cheppy_d_band0enq Ini juga ada foto spupu yang centil2 sempat2nya foto pas lagi capek2nya…Sindrom foto gt…Tapi mereka baik2 trus jadi temen curhat soal ce gt…hahaha…Maklum, jomblo itu hrs mpelajari sifat umum ce…

Besok si rencananya balik ke Makassar trus ktemu lagi deh ma si mesial palatal distal lingual…Sonde, miror, excavator, pinset, bekken…dkk. Siap2 buat kuliah lagi trus kejar target IP…Harus bagus nilai2ku semester ini…HARUS!!!

Hari ini se mulai berfikir bagaimana klo saya hanya lulus jadi dokter dgn nilai pas2an…trus pengetahuan yang tidak banyak. Apa yang saya mau bawa jadi bekal buat ke masyarakat…Kemaren ada teman yang sms katanya dia sudah magang di RS Wahidin. pasti dah banyak yg dia pelajari. Sedangkan saya??? Makanya semester ini dan selanjutnya saya harus punya niat untuk belajar keras buru ketinggalan…Buat yang sering ktemu saya kasi semangat dong trus kasi ingat…yang jauh juga bagus klo mau ngingatin…

Libur…Libur…Libur…

July 5th, 2005 by jagagigigbiartetapbergigi

Hari ini masih di Jakarta nenangin pikiran trus siap-siap buat masuk kuliah lagi…masih lama sih…Tapi atmosfer kuliahnya dah terasa. Nilai2 yang kemaren keluar si sedikit mengecewakan. Mungkin itu krn sy sendiri yang blon bs ator waktu yang baik trus kebanyakan kliaran si…Tp dah janji ma diri sendiri bwat konsen 90% kuliah semester ini dah. Prasaan semester kemaren paling membosankan mungkin krn lagi tidak connect ke kuliah jadi gt.

Semester kemaren penuh dengan masalah2 yang cukup berat. Banyak sesuatu yang baru yang saya dapat, mulai dari temen baru, musuh baru, sampai masalah baru. tapi sy juga manusia (Katanya Serius band) yang bisa saja buat kesalahan. Maklumlah, buat saya pengalaman kemaren mudah2an bisa bikin tambah dewasa trus mau berfikir buat yang terbaik aja.

Oiya, buat ade’ku tersayang Lia, blajar baik2, mudah2an bisa lulus di FK-UI dah…Didoakan. Amin. Liat nilai raportmu si sy cukup bangga juga, ga pernah si sampe segitu..hehehe…Skolah di 70 lagi…Hari ini dia lagi bersiap2 bwat SPMB…Keep on Fight Sista!!! Ur the best dah…FianHehehe…bagi yang baru liat ade’ku si pasti bilangnya ga mirip…Soalnya pipinya gumpal kayak bakpau trus dia pintar. Tapi ingat yah klo dah jadi dokter nanti tetap jadi kmu hari ini…Trus ingat bagi-bagi rejeki yah kan kita mau bikin satu tempat praktek hehehehe…(becanda). Pokoke hari ini penting buat Lia, jadi teman2ku tolong adeku didoakan yah…(Hehehe, asas manfaat kan bisa asal untuk kebaikan…Boleh ji toh).

Hari ini seperti biasa abis bangun ku terus on line…abis itu ku on-line lagi…hehehe…ga ada kerjaan si…tapi rencananya pagi ini si mau brenang biar seger. Soalnya maen basket kemaren bikin fresh trus maunya hari ini seperti itu juga. Itung2 olahraga…Hehehe…

Buat hari first blog hari ini kyknya cukup deh…See ya…